by

Ribuan Pengunjukrasa “Aksi Damai Cinta Tauhid” di Depan halam Gedung Sate.

Kabar Bhayangkara/ BANDUNG -Kurang lebih 1.500 pengunjukrasa yang tergabung dari berbagai warga muslim , lalukan  Aksi Damai Cinta Tauhid di Depan halam Gedung Sate Bandung. Jumat.26/10-18.

Unjukrasa Aksi Damai Cinta Tauhid mengatas namakan dari Alinasi Pejuang Tauhid Jawa Barat
Unjukrasa aksi damai sebagai Alinasi Pejuang Tauhid Jawa Barat di halaman depan Gedung sate Bandung, Jumat, 26 Oktober 2018

Unjukrasa aksi damai tersebut berkesempatan diterima Wakil Gubernur Jawa Barat Uu langsung berdialog di halaman depan Gedung Sate dengan para orator Unjuk Rasa dihadiri dan di ikuti Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya Ketua BFC Ustd. Kh. Atian ali ,Ustd. Goji perwakilan dari Wahdah Islamiah Ustd. Eri Taufiq perwakilan dari Majelis Inspiring Ustd. Rizal Fadilah perwakilan dari Muhammadiyah, Ustd. Ihsanul Faruqi perwakilan dari Golden Future Musa Fauzan perwakilan Brigez Berhijrah Ali nurhakim perwakilan dari PBB, Ustd. Asep mardiyansyah perwakilan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Jawa Barat Imam Mulyadi perwakilan dari Pemuda Istiqomah Ustd. Abdul hadi perwakilan dari majelis Al Gurobah.

Orasi pernyataan sikap yang dilontarkan Warga Muslim Jawa Barat yang memegang teguh Al Qur’an dan As Sunnah sesuai tuntunan dan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dan petunjuk hidup.

Mereka mengatakan bahwa Warga Muslim Jawa Barat tidak perlu diragukan cinta kepada NKRI, Pancasila dan UUD tahun 1945.

Mereka mengecam keras tindakan pembakaran Bendera bertuliskan Kalimat Tauhid yang telah dilakukan Oknum Banser dan menuntut agar pelaku tindakan tersebut dapat diproses Hukum secara Adil.

Dalam aksi unjukrasa tersebut mereka mendukung penuh pernyataan MUI yang telah meminta kepada pihak pelaku pembakaran untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh Umat Islam, dan kami juga menuntut agar Pimpinan Pusat Ansor serta Banser bertanggung jawab serta benar-benar mampu membina, mengarahkan juga mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Mereka mengatakan dalam orasinya bahwa warga Muslim Jawa Barat menyatakan Bendera Tauhid adalah merupakan milik seluruh Umat Islam dan bukan milik salah satu Organisasi manapun.

Kami Muslim Jabar dg tegas meminta kepada Pemerintah agar memerintahkan kepada Kepolisian Polda Jabar agar memberikan jaminan kpd umat Islam bahwa Bendera Tauhid dengan bertuliskan kalimat Laa Ilaa Ha Illallah Muhammadar rasulullah tidak selalu disangkut pautkan dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia.

Pengunjuk rasa menghimbau seluruh masyarakat agar selalu menjaga kondusifitas serta menjunjung tinggi aturan Hukum yang berlaku.

Kegiatan unjukrasa berakhir pada pukul 17.00 WIB sore hari tadi yang ditutup oleh Ustd. Abdul hadi yang berorasi dan menutup dengan doa , Ustd Hadi berorasi tuntutan adalah pelaku ditangkap apabila tidak ditangkap Jumat depan akan demo kembali.(ds)*

 673 total views,  2 views today