by

Indonesia Akan Membuat Peradaban Islam Dengan Ilmunya

Kabar Bhayangkara/UIII Bisa Menggeser Peradaban Islam & Ilmunya ke Indonesia

BANDUNG — Pemda Provinsi Jawa Barat mendukung upaya sepenuhnya Pemerintah Pusat membangun kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, kampus ini akan membuat peradaban Islam dan ilmunya bergeser dari Timur Tengah ke Indonesia.

“Saya sangat senang eksistensi universitas (UIII) ini akan menjadikan peradaban Islam dan ilmunya bisa bergeser dari Timur Tengah ke Indonesia,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai bertemu Ketua Pembangunan Kampus UIII, Komarudin Hidayat di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa (9/10/18).

Emil pun mengusulkan agar kampus ini juga menjadi tempat berkumpulnya umat atau kegiatan keagamaan. Dengan begitu, kata Emil kampus ini tidak hanya menjadi “menara gading” namun juga tempat umat berinteraksi.

“Saya usulkan ada tempat manasik haji, sehingga orang manasiknya di kampus yang memang temanya Islam, tanahnya masih luas,” ujar Emil.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Kampus UIII Komarudin Hidayat mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu alternatif dan model bagi perkembangan Islam di dunia. Terlebih selama ini barat selalu mempersepsikan Islam adalah Timur Tengah.

Selain itu, Indonesia mempunyai pengalaman panjang tentang Islam dan demokrasi. Indonesia telah mengenal demokrasi sejak dulu, sehingga dikenal apa yang disebut musyawarah, gotong royong, seta partisipasi aktif langsung masyarakat dalam pembangunan.

“Makanya demokrasi dan Islam Indonesia itu punya akar sejarah yang kuat yang belum banyak dieksplore, dipelajari, dan dikenalkan pada dunia barat,” ujar Komarudin.

Islam Indonesia, lanjut Komarudin, memiliki berbagai mazhab berbeda yang bisa diterima masyarakat. Hal ini dikarenakan secara kultural masyarakat Indonesia plural, sehingga ketika bertemu perbedaan telah siap secara mental.

“Ini menarik ketika kita kemudian hidup di alam demokrasi, Islam ini juga dan negara ini berkembang bareng. Ini menjadi model yang perlu dikenalkan pada dunia,” katanya.

Dukung Pembebasan Lahan

Dukungan lain juga diberikan Gubernur Emil terkait pembebasan lahan untuk pembangunan kampus yang telah di Perpreskan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Pembebasan lahan masih terkendala hunian liar.

“Saya memberikan dukungan berupa memaksimalkan pembebasan lahannya. Karena lahannya masih terkendala oleh hunian liar,” kata Emil.

“Setelah masuk PSN itu menjadi dasar hukum kita bisa memberi kerohiman. Walaupun tidak masuk KTP yang penting ada bukti dia tinggal lama bukan dadakan,” jelasnya.

Emil pun telah menandatangani surat yang memuat Tim Terpadu yang bertugas untuk melakukan pembebasan lahan.

“Saya sudah tandatangan tim khusus untuk membereskan masalah itu,” jelas Emil.

Menurut Ketua Pembangunan Kampus UIII Komarudin Hidayat, tim terpadu ini akan bertugas untuk membebaskan lahan seluas 143 hektar yang sebagian masih dihuni penghuni liar.

“Tim terpadu ini kerjanya mengidentifikasi siapa saja orang yang tinggal di situ dan siapa yang mereka ga berhak,” jelas Komarudin.

“Kedua, kalau nanti ingin kasih kerohiman itu dihitung berapa lama di situ, usahanya apa, kemudian yang layak menurut peraturan berapa jumlahnya,” sambungnya.

Kampus UIII akan dibangun dengan konsep green campus, dimana 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan, sehingga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu: Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Science dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni. Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program proyek strategis nasional di bidang pendidikan.(Ds)*

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *