by

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Masih Meneliti Terjadinya Tsunami di Banten

Kabar Bhayangkara/ Bandung, Berkaitan dengan terjadinya tsunami di Banten Menurut hasil dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wawan Irawan JL. Diponegoro no 57 Bandung  dengan sebelumnya  aktivitas erupsi Gunung anak krakatau .
Gunung Anak Krakatau terletak di Selat Sunda adalah gunungapi strato tipe A dan merupakan gunungapi muda yang muncul dalam kaldera. Pasca erupsi paroksimal
Letusan pada tahun 2018 prescusor letusan 2018 diawali dengan munculnya gempa tremor dan peningkatan jumlah gempa Hrmbusan dan Low Freekuensi pada tanggal 29 juni 2018 gunung anak krakatau meletus.
Lontaran materi letusan sebagian besar jatuh di sekitar tubuh gunung anak krakatau  kurang dari 1 km dari.kawah, sehingga radius bahaya gunung krakatau diperluas dari 1 km menjadi 2 km dari kawah.

Aktivitas terkini 22/12-2018 seperti biasa hari hari sebelumnya Gunung anak krakatau terjadi letusan .secara visual, dengan tinggi asap berkisar 300-1500 meter diatas puncak kawah secara kegempaan, terekam gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale 58 mm.
Pada pukul 21.30 wib terjadi letusan , selang beberapa lama ada infi tsunami.
Pernyataannya apakah tsunami tersebut ada kaitannya dengan aktivitas letusan,hal ini masih didalam, karena ada beberapa alasan untuk bisa menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 23 desember 2018 keterangan tersebut dipaparkan Wawan irawan PVMBG Jl. Diponegoro Bandung. Minggu.23/12-2018(ds)*

 1,210 total views,  2 views today